Ingin berkarya dengan jujur

Suatu hari saya tak sengaja menonton infotainment, sungguh tak sengaja karena di rumah nggak ada tv, saya nontonnya di rumah

Advertisements

Tak pernah keliru meniru

Ini cerita tentang Hasna. Hari ini saya lebih dominan pegang hp daripada buku, padahal saya sudah bertekad menyelesaikan tantangan dengan baik. 

Saya beri Hasna buku favoritnya dengan maksud supaya dia anteng dengan buku dan saya bisa menyelesaikan urusan yang melibatkan hp. Ternyata apa yang terjadi? Dia juga malah ‘muih’ minta main hp, urusan saya boro-boro selesai malah tambah terhambat, puncaknya saya agak kasar ke Hasna karena dia sudah mulai merebut hp yang sedang saya pegang.

Saya menyadari nggak bener, saya lalu simpan hp, Hasna meraung. Saya biarkan, sambil menenangkan diri saya ambil buku aktifitas ramadhan miliknya, saya buka- buka sekedar melihat gambar. Hasna mulai beringsut menghampiri saya sampai akhirnya dia minta membaca ala batita bersama saya.

Begitulah, sesi baca hari ini semakin memantapkan saya untuk stop megang hp di depan Hasna. Semoga bisa.

#GameLevel5 

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Konsisten itu menantang (sekali)

Betapa menantangnya (nggak bilang sulit, berusaha mencontoh Bu Septi)  sikap konsisten. Pohon literasi keluarga kami menunjukkan hanya Hasna yang setiap hari membaca tanpa jeda. Sementara abi dan uminya ? Kasihan.

Abu Hasna bahkan baru membaca sekali sejak game ini dilaksanakan. Padahal kami sudah menyepakati waktu untuk reading time, namun tak juga terlaksana, hiks.

Eh tapi, kemarin buku baru Hasna yang berjudul ‘abc indonesiaku’ tiba. Kami mengerumuninya sambil membaca ala batita. Buku yang sangat menarik dengan komposisi warna yang ciamik, Hasna suka. Ciri khas buku mengenal huruf yang diadaptasi dari buku berhalaman tebal ala luar negeri jadi lebih bermakna karena isinya asli Indonesia. 

Selama kurang lebih setengah jam kami bersama mengeksplorasi buku itu, termasuk family reading time dong yaa, meskipun keroyokan satu buku dibaca bersama. 

#GameLevel5 

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Poligami

Hari ketiga tantangan , dan baru hari ini berkesempatan berdiskusi dengan pak suami ( Abu Hasna, panggilan sayang saya padanya ) tentang buku yang sudah dibaca.

Qodarullah, buku yang saya temukan di rak buku Abu Hasna adalah buku terbitan tahun 2006 karya ust. Khozin abu Faqih berjudul ‘Poligami, solusi atau masalah’ . Sungguh topik yang seru untuk dibahas, bukan hanya karena polemik yang terjadi sekitar beberapa bulan lalu yang melibatkan penyanyi religi, kami sudah sering membicarakannya semenjak salah satu kolega Abu Hasna dipoligami oleh suaminya. Berkali kali kami berdiskusi dan menyepakati beberapa hal, intinya poligami itu syariat islam , tidak untuk ditentang, tapi untuk melaksanakannya butuh ilmu dan pertanggungjawaban. 

Salah satu dari kesepakatan kami adalah Abu Hasna boleh poligami kalau sudah mampu, secara keilmuan dan finasial. Abu Hasna hanya boleh poligami kalau sudah bisa memberi dana untuk keluarga senilai 1kg emas per bulan, hahaha seperti Dayang Sumbi memberikan tantangan pada Sangkuriang , sangat berat sampai-sampai hampir tak mungkin terjadi. 

Kemudian seiring ilmu yang saya terus dapatkan, persyaratan yang saya ajukan semakin ringan. Sampai tiba kemarin saat saya selesai membaca buku itu dan kembali berdiskusi dengan Abu Hasna, akhirnya tidak ada lagi persyaratan yang saya tentukan, karena dengan ilmu harusnya setiap suami hendak poligami tahu apa saja yang harus dipenuhinya beserta sebesar apa tanggung jawab yang harus dipikulnya mendidik istri-istri dan anak-anak. Saya menyerahkan semuanya kepada Abu Hasna, yang penting seperti halnya diungkapkan dalam buku itu, kejujuran harus menjadi modal utama saat hendak berpoligami, jujur pada Allah, pada diri sendiri, pada semua orang.

Saya tanya Abu Hasna, sanggupkah?

Dia hanya menjawab dengan senyuman 

#GameLevel5 

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Kota tidur

Kota tidur, itu judul buku yg ‘dibaca’ Hasna hari ini. Sebetulnya dia nggak hanya bolak-balik satu buku itu, ada beberapa seperti biasanya. Hanya saja saya ‘memergoki’ Hasna memandangi halaman demi halaman lebih lama dibanding buku lainnya. 

Rupanya buku yang menurut saya lebih cocok untuk anak diatas 5 tahun karena komposisi gambar dan kata-katanya yang ‘rame’ justru membuat dia memandang lebih lama dan sesekali bertanya ‘ieu naon ieu?’ (ini apa ya?’)

Saya memang berprinsip membebaskan buku apapun yang dipilih Hasna untuk dieksplorasi, selama isinya tidak membahayakan. Buku bacaan saya yang tidak bergambar sering dia bolak-balik, begitu juga Al-Quran. 

Ternyata ada ada manfaatnya juga, mengasah keingintahuannya, meskipun kadang saya berkorban karena sering kali buku yang Hasna inginkan adalah buku yang sedang saya baca 😀

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Tak sengaja satu tema

Horee..

Game level 5 kuliah bunsay IIP kali ini benar-benar pas sebagai moodbooster saya yang tidak lulus 4 tantangan sebelumnya 😀

Membaca!

Sejak kecil saya suka baca, sampai sekarang. Meskipun karena keterbatasan fasilitas, buku yang saya baca ya seadanya. Pinjam di tempat ibu mengajar atau majalah-majalah terbitan tahun-tahun kebelakang. Sekarang saya tinggal di kota, tidak punya uang pun saya bisa pergi ke perpustakaan, alhamdulillah..

Anak saya, Hasna (27 bulan) sudah menujukkan kesukaannya pada buku, saat ini hanya sebagai mainan, sih. Terkadang dia pura-pura membaca meniru saya. Semoga kedepannya dia juga semakin menikmati aktifitas pembuka cakrawala ini.

Dua hal diatas membuat saya bersemangat menyelesaikan tantangan, yaitu membaca, menentukan waktu membaca bersama keluarga dan membuat pohon literasi serta berdiskusi tentang bacaan yang telah dibaca.

Hari pertama ini, saya baru melaksanakan membaca, bersama Hasna tentunya. Sedangkan menentukan waktu membaca bersama satu anggota keluarga dan membuat pohon literasi serta berdiskusi, insya Allah saya lakukan besok, terkait dengan belum adanya kesempatan saya untuk mengadakan forum keluarga bersama suami hari ini.

Tema kesehatan menjadi pilihan buku saya dan Hasna di hari pertama, tak sengaja. Buku menggosok gigi dan mencuci tangan memang favoritnya sejak sebelum berumur satu tahun, ketika saya memutuskan untuk melaksanakan sesi membaca dia langsung memilih buku itu. Sedangkan saya baru saja menerima kiriman Buku Berteman dengan Demam karya dokter Apin.

Mula-mula saya menemaninya membaca dulu, membaca ala batita, saya bercerita tentang isi buku, dia terkadang nimbrung menyebutkan gambar-gambar yang ada di setiap halaman buku. Setelah Hasna selesai , giliran saya melahap kata sambil menemaninya bermain (mengacak-acak buku yang lain)

Terlalu fokus membaca, saya lupa memotret saat kegiatan, evaluasi untuk tidak lagi terjadi esok. Insya Allah

#GameLevel5 

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Tendensi

Pribumi, satu kata yang sedang diributkan di jaman now. Kok bisa bikin ribut?

Saya bisa menyimpulkan satu hal disini, kebaperan akan menimbulkan sensifitas yang tinggi, sayangnya kebih kepada konotasi yang negatif, yang berujung pada tindakan yang negatif pula.

Sebagai orang sunda, sindir sampir sudah menjadi bagian hidup sehari hari, hubungannya dengan tendensi? Saya rasa sindir sampir hampir berefek sama dengan sebuah penyataan tendensius. Bagaimana cara menanggapi sindir sampir sama persis dengan cara menanggapi sebuah pernyataan tendensius, perlu kejernihan hati agar tak dikit-dikit polisi.

Misteri

Iufd

Preeklampsia & eklampsia

Lalu hari ini, saya baru mengetahui satu lagi,

Ppcm

Betapa Allah telah menitipkan misteri pada suatu proses terindah bernama kehamilan.

Untuk apa?

Saya yang pernah mengalami satu dari ketiga misteri itu, menemukan bahwa bersama karunia sesosok mungil di dalam rahim ada dua perasaan yang ingin Allah ajarkan pada kita, kaum wanita

Takut dan harap..